Apa Itu Injection Pump?
Bagi sebagian orang, istilah injection pump mungkin terdengar cukup teknis. Namun, sebenarnya fungsi dasarnya bisa kita pahami dengan cara yang sederhana.
Di Citra Teknik Diesel, kami sering menganalogikan injection pump seperti jantung pada tubuh manusia. Jika jantung bertugas memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh, maka injection pump memiliki peran penting dalam mengatur dan menyalurkan bahan bakar (solar) dari tangki menuju sistem pembakaran mesin. Sederhananya, injection pump mengatur suplai solar yang dibutuhkan mesin, sehingga bahan bakar dapat disalurkan dalam jumlah dan waktu yang sesuai dengan kebutuhan mesin.
Ketika kondisi injection pump dalam keadaan prima, sistem bahan bakar dapat bekerja dengan baik sehingga mesin dapat bekerja secara optimal. Ibarat tubuh manusia, ketika jantung bekerja dengan baik, tubuh biasanya mampu melakukan aktivitas dengan lebih kuat dan optimal. Begitu juga dengan mesin diesel: ketika sistem injection pump bekerja dengan baik, mesin dapat bekerja sebagaimana mestinya.
Mengenal Direct Injection, Indirect Injection, dan Commonrail Direct Injection pada Mesin Diesel
Setelah memahami secara sederhana apa itu injection pump, sekarang kita perlu mengenal bagaimana bahan bakar diesel masuk dan dibakar di dalam mesin. Secara umum, kita sering menemukan dua istilah pada mesin diesel, yaitu Direct Injection (DI) dan Indirect Injection (IDI). Perbedaannya sebenarnya bisa dijelaskan dengan cukup sederhana: di mana bahan bakar disemprotkan sebelum proses pembakaran berlangsung.
1. Direct Injection Pada sistem Direct Injection,
bahan bakar disemprotkan oleh injector langsung ke ruang bakar utama di dalam silinder. Gambaran sederhananya:
Injection pump → Injector → Ruang bakar (Piston)
Karena bahan bakar langsung masuk ke ruang bakar, proses pembakaran dapat berlangsung dengan lebih efisien. Sistem direct injection juga umumnya menggunakan tekanan injeksi yang lebih tinggi dibandingkan sistem indirect injection. Sistem ini banyak digunakan pada mesin diesel, terutama pada mesinmesin yang membutuhkan efisiensi dan performa yang lebih baik.
2. Indirect Injection Berbeda dengan direct injection,
pada sistem Indirect Injection, bahan bakar tidak langsung disemprotkan ke ruang bakar utama. Bahan bakar terlebih dahulu disemprotkan ke sebuah ruang kecil yang disebut ruang pendahuluan (pre-combustion chamber). Dari ruang inilah proses pembakaran kemudian diteruskan menuju ruang bakar utama. Gambaran sederhananya:
Injection pump → Injector → Ruang pendahuluan → Ruang bakar utama (Piston)
Salah satu ciri yang cukup mudah dikenali pada mesin diesel indirect injection adalah penggunaan busi pemanas (glow plug). Glow plug membantu proses menghidupkan mesin, terutama ketika kondisi mesin masih dingin. Pada sistem indirect injection yang umum ditemukan, tekanan injector juga relatif lebih rendah dibandingkan direct injection. Dalam beberapa aplikasi, tekanan injector dapat berada di bawah sekitar 140 bar. Jadi, secara sederhana dapat kita gambarkan:
Direct Injection : Solar → langsung ke ruang bakar utama Indirect Injection : Solar → ruang pendahuluan → ruang bakar utama
Perbedaan cara penyemprotan tersebut kemudian memengaruhi konstruksi mesin, sistem injeksi, tekanan injector, serta karakteristik mesin itu sendiri. Lalu, bagaimana dengan commonrail?
Seiring perkembangan teknologi mesin diesel, terutama sejak akhir 1990-an hingga awal 2000-an, mulai berkembang sistem Common Rail Direct Injection (CRDI). Common Rail pada dasarnya merupakan teknologi sistem injeksi yang banyak digunakan pada mesin diesel Direct Injection. Jadi, Common Rail bukan merupakan jenis pembakaran yang berdiri sendiri seperti Direct Injection dan Indirect Injection. Perbedaannya terletak pada bagaimana bahan bakar bertekanan tinggi disiapkan, disimpan, dan kemudian dikontrol untuk disemprotkan oleh injector.
Pada sistem konvensional seperti rotary dan inline, banyak proses pengaturan bahan bakar dilakukan secara mekanis di dalam injection pump. Sedangkan pada Common Rail, sistem mekanis tersebut dikombinasikan dengan sistem elektronik sehingga waktu dan jumlah penyemprotan bahan bakar dapat dikontrol dengan lebih presisi.
Secara sederhana, aliran bahan bakarnya dapat
digambarkan: Tangki solar → Supply pump → Common rail → Injector → Ruang bakar Supply pump menghasilkan tekanan bahan bakar, kemudian bahan bakar bertekanan tinggi tersebut ditampung sementara di dalam common rail. Dari rail, bahan bakar kemudian menuju masing-masing injector dan disemprotkan ke ruang bakar berdasarkan perintah dari sistem kontrol elektronik atau ECU.
Pembahasan mengenai cara kerja Common Rail, fungsi supply pump, common rail, injector, serta masalah yang sering terjadi akan kita bahas lebih lengkap pada artikel berikutnya.
.png)

Comments